Menikmati Makanan dan Minuman Khas Wonosobo Jawa Tengah

Jomblo Traveler's - Makanan dan Minuman Khas Wonosobo ini bisa didapatkan dengan mudah ketika kita berada di Wonosoba Jawa Tengah, bahkan sebagian besar sudah beredar di Pulau Jawa. Ada banyak yang bisa kita jajakin dan nikmati. Bahkan, untuk di bawa pulang ke kampung halaman sebagai oleh-oleh telah mengunjungi Wonosobo.
Makanan Khas Wonosobo dan Minuman Khas Wonosobo ini pun sudah sangat populer di nusantara sebagai makanan tradisional yang disukai masyarakat luas. Bahkan, sebagian besar memiliki Khasiat, seperti Purwaceng dan lain-lainnya.
Inilah 4 Makanan dan Minuman Khas Wonosobo yang bisa kamu nikmati dan berburu oleh-oleh selama di Wonosobo – Jawa Tengah.
1. Purwaceng
Wonosobo itu dingin. Tapi ada minuman khas yang bisa dijadikan penghangat selama liburan atau mengunjungi Wonosobo – Jawa Tengah. Purwaceng namanya. Jenis rumput yang bisa diminum dan untuk mengatasi rasa dingin.
Nama asal usul Purwaceng sendiri, berasal dari Purwa = ter dan Ceng = tegang. Setelah diadakan penelitian ilmiah, ternyata jenis tanaman perwaceng ini sejenis dengan tanaman ginseng yang tumbuh di Korea dan Cina, dengan nama latin Pimpinella Fruacan. Dari tanaman ini pula dapat dibuat sebuah ramuan dan minuman yang dicampur dengan kopi atau kapulaga, berguna sebagai penghangat badan.
Nah Purwaceng banyak di jual di toko-toko yang ada di Wonosobo, bahkan jadi oleh-oleh khas Wonosobo yang bisa disajikan keluarga di kampung halaman. Kalau ke Wonosobo cari dan coba ya ramuan khas ini.
2.   Kacang Dieng ( Kacang Babi )
Kacang ini pohonnya tegak ± 1 m, dan tumbuh mirip buncis yang berisi 3 sampai 4 biji. Biji kacang dijemur/ dikeringkan biasanya di atas atap rumah. Keping biji mirip bentuk babi (bulat lonjong) dan sejak dahulu disebut kacang babi karena bentuknya, dan juga banyak hama babi hutan menyerang ladang petani dan merusak. Akan tetapi, tanaman kacang ini tidak dirusak/ diganggu (babi hutan tidak suka). Itu pula sebabnya disebut kacang babi. Hasil kacang digoreng dan dikemas (home industry), dengan nama “Kacang Dieng” yang terkenal.
Makanan Khas Wonosobo (Instagram : @Wonosobohitz - @puncak_asmara)
3.   Carica Dieng
Carica sudah dikenal sebagai oleh-oleh khas Wonosobo. Carica merupakan family dari caria papaya yang kita kenal buahnya enak dimakan bila sudah masak, bijinya berwarna hitam dan tidak enak dimakan (pahit) Jenis Carica Dieng ini walaupun sama pohonnya, daunnya agak lebih tebal, buahnya lebih kecil dan kalau masak warnanya kekuning-kuningan serta beraroma wangi (khas).
Apabila akan dimakan langsung, bukan buahnya, melainkan bijinya yang berwarna putih dan rasanya asam manis dengan aroma khas, yang tak terdapat pada buah lain.
Daging buahnya sangat enak bila dibuat manisan. Carica sekarang diproduksi secara home industry, dikemas dalam botol dan terkenal dengan nama “Carica Dieng”.
Tanaman ini memerlukan ketinggian antara 1800-2200 m.dpl. untuk mendapatkan kualitas buah yang baik. Jenis ini berasal dari Amerika Latin, ditanam/ dikembangkan di Dieng oleh orang Belanda (Ir. Krammers) sekitar tahun 1900. Tanaman ini, seperti halnya Purwaceng, belum dibudidayakan secara maksimal dan hanya merupakan tanaman selingan di ladang petani.
Minuman Khas Dieng - Carica (Photo from @suryadikusniawan di Instagram @Wonosobohitz)
4.   Mie Ongklok
Makanan khas Wonosobo adalah mie ongklok. Masakan spesifik ini terasa lebih nikmat bila dimakan panas-panas. Bahannya terdiri dari mie, kobis dan kucai yang  dimasak setengah matang dengan cara dimasukkan dalam air mendidih dengan serok cekung yang terbuat dari bambu dan dinaik turunkan atau diongklok. Dapat dibeli pada penjual angkringan atau warung di Jl. Pasukan Ronggolawe, Jl. Tosari, serta di Jl. A.Yani (Sebelah selatan klenteng) atau di beberapa wilayah yang ada di Wonosobo juga banyak yang jualan Mie Onklok.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menikmati Makanan dan Minuman Khas Wonosobo Jawa Tengah"

Post a Comment