Syarat Nikah Semakin Ngeri, Pengguna Narkoba Dilarang Nikah!

Jomblo Traveler'sPengguna Narkoba akan menjomblo seumur hidup. Pasalnya, ada aturan yang memberatkan bagi para pengguna narkoba untuk menikah. Terlebih syarat nikah di KUA pada 2018 ditambah, yakni, kedua calon mempelai wajib mendapatkan surat rekomendasi bebas narkotika dan obat berbahaya atau disebut Narkoba dari dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) sebelum melaksanakan pernikahan.
Eits tapi itu berlaku dalam syarat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Nunukan, Kalimantan Utara. Jadi di Kalimantan Utara, khususnya di KUA Nunukan, syarat nikah akan bertambah di tahun 2018 ini. Info ini dilansir dari www.blogtama.com di Syarat Nikah KUA Nunukan Kalimantan Utara Bertambah
Nah, BNNK Nunukan dan KUA telah menjalin kerjasama untuk memperkuat syarat nikah di tahun 2018 ini. Menegaskan bahwa, kedua calon mempelai wajib mendapatkan surat rekomendasi bebas narkoba dari BNNK Nunukan sebelum melaksanakan pernikahan.

Baca : Daftar Nikah di KUA, Ini Cara, Syarat dan Biayanya

Bahkan, sejak Desember 2017 lalu, di KUA Kecamatan Nunukan, Kementrian Agama Nunukan telah mengeluarkan syarat tersebut dan dengan dilampirkan adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan BNNK Nunukan.
Jadi bersiaplah, kebijakan ini akan membuat para pengguna narkoba gelisah dan merana akan menjadi jomblo seumur hidup. Sudah menggunakan narkoba hidupnya tersiksa, ditambah jomblo seumur hidup karena ditolak pernikahan oleh KUA rasanya, sakitnya tuh di mana-mana.
Ini nih, lansiran informasi tentang adanya surat rekomendasi bebas narkoba sebelum melaksanakan pernikahan di Nunukan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag Nunukan H. Shaberah S. Ag.

Baca Juga : Mau Poligami, Lengkapi Dulu Syarat Pengajuan Poligami Ini

Menurutnya, nota kesepahaman merupakan bagian dari keikutsertaan dan dukungan penuh pihaknya dalam mencegah peredaran narkoba yang begitu memprihatinkan di Kabupaten Nunukan saat ini. MoU ini berlaku untuk seluruh KUA yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan.
Bahkan syarat tersebut wajib disampaikan calon mempelai kepada petugas pencatatan nikah 10 hari sebelum akad nikah dilaksanakan. Namun, jika ingin dilaksanakan sebelum 10 hari saat pendaftaran, maka wajib memiliki rekomendasi dari camat setempat.
Jadi, jika salah seorang atau kedua mempelai dinyatakan positif, maka bisa saja rencana pernikahan dibatalkan. Sebab, salah seorang atau bahkan keduanya diminta mengikuti rehabilitasi untuk memulihkan diri dari ketergantungan barang haram itu.
Kepala BNNK Nunukan, Lamuati, SH pun telah membenarkan MoU tersebut. MoU itu menurutnya, merupakan substansi untuk bersinergi melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Nunukan.
Jadi, setiap calon pengantin yang akan menikah agar melakukan pemeriksaan urine guna menciptakan generasi yang bebas dari penyalahgunaan narkotika. Mengenai biaya akan dibebankan kepada kedua calon mempelai pengantin. Karena, ada alat tes urine yang dapat dibeli di sejumlah apotek. Jadi, hanya beli alatnya saja. Pemeriksaan dan surat rekomendasi dari BNNK itu gratis. Ini juga sebagai langkah dan upaya pencegahan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syarat Nikah Semakin Ngeri, Pengguna Narkoba Dilarang Nikah!"

Post a Comment