Seperti Ini Melamar Wanita (Khitbah) Dalam Islam

Melamar Wanita (Khitbah) Dalam Islam
Melamar Wanita (Khitbah) Dalam Islam – Menikah adalah komitmen sebuah cinta. Cinta adalah pemberian Allah dan karunia-Nya. Allah menanamkan rasa cinta pada jiwa kita berbagai bentuk dari rasa cinta-Nya kepada kita agar kita berpikir tentang-Nya.
Maka dari itu, Allah turunkan cinta agar dua insan dapat bersama dalam satu bahtera asa di dalam bahtera rumah tangga yakni dengan ikatan pernikahan. Maka dengan demikian, cinta akan memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan dan menerbitkan harapan.
Untuk itu, Islam mengajarkan dengan segala kemudahan. Aturan Islam pun sederhana tentang memaknai cinta. Bila cinta, datangilah walinya, dan menikahilah. Sebelum menikah ada hal yang harus dilalui, untuk seorang lelaki kepada wanita yang akan dinikahinya.
Seperti ini melamar wanita dalam islam. Atau dengan nama lain, seperti inilah melakukan khitbah dalam islam. Selain itu, syarat melamar wanita pun kerap menjadi perhitungan matang oleh para lelaki maupun calon mempelai. Kendati demikian, simaklah tulisan berikut ini, tentang penjelasan bagaimana cara melamar wanita dalam islam?

Baca Juga : Bisakah Jomblo Fisabilillah Menahan Godaan-Godaan Ini?

Seperti kita ketahui bersama? Di Indonesia dalam melamar wanita itu banyak sekali prosesnya. Proses itu adalah tradisi bagi yang ingin melangsungkan pernikahan, misalkan seperti prosesi lamaran pernikahan. Bagi yang melangsungkan pernikahan secara adat pun ada juga caranya, misal seperti proses lamaran Jawa. Tentunya jika dikaitkan dengan tradisi adat istiadat akan berbeda-beda pula prosesnya.
Lalu, bagaimana tata cara khitbah dalam islam? bagaimana tata cara melamar wanita dalam islam? melamar wanita secara islam? Digaris bawahi secara umum dalam islam lamaran pernikahan harus dilakukan sesuai dengan aturan-aturan syar’i.
Melamar wanita dalam Islam memiliki istilah lain yang disebut khitbah. Khitbah adalah melamar atau meminang seorang perempuan yang boleh dinikahi secara syar'i yang dilakukan oleh laki-laki baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dengan datang sendiri maupun dengan wakil.
Cara Melamar (Khitbah) Wanita Dalam Islam
Ada syarat yang harus dilalui sampai dinyatakan boleh dilalukan lamaran. Dua syarat melamar wanita dalam islam tersebut adalah :
a.    tidak adanya halangan hukum,
b.    dan belum dilamar orang lain.
Untuk itu, pertama kali yang harus dilakukan ketika pria ingin melamar seorang wanita adalah memastikan, bahwa tidak ada halangan hukum yang menyertai niatnya untuk menikahi gadis pilihanya tersebut.
Sehingga tidak ada yang menghalani khitbah dan tidak menjadikan khitbah yang dilakukan tersebut menjadi haram. Misalkan halangan hukum yang tidak dibolehkan melakukan khitbah, wanita sudah dicerai atau ditinggal mati suami dan masih dalam keadaan masa iddah.
Tentu hal tersebut tidak diperkenankan, karena wanita yang dilamar itu tidak boleh termasuk ke dalam wanita-wanita yang haram untuk dinikahi. Jadi hal tersebut merupakan sebagai salah satu syarat yang harus dipastikan dalam melamar wanita dalam islam.
Selanjutnya, hal kedua yang harus lelaki pastikan adalah, apakah wanita yang ingin dilamar tersebut sudah dilamar orang lain atau belum. Jadi, si wanita yang ingin dilamar tidak sedang dalam ikatan khitbah dengan orang lain. Dari Abu Hurairah, Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Seorang lelaki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang saudaranya.” (HR. Ibnu Majah).
Ketika dua tahapan tersebut telah dilalui, ada beberapa fase lainnya yang harus dilakukan si pria agar tidak terkesan terburu-buru dalam melamar. Misalkan seperti mencari informasi tambahan untuk memperkuat keyakinannya ketika hendak melamar seorang wanita.

Baca Juga : Wasiat Rasulullah Dalam Mendidik Keimanan Anak

Misalkan seorang laki-laki sebaiknya mengenal lebih jauh pasangan hidupnya tersebut. Namun, proses mencari informasi tetap harus berada dalam koridor syariat. Selain itu, tetap dalam pencarian pun tidak asal-asal, apalagi proses pencarian informasi calon pasangan dilakukan dengan pacaran, seperti yang sering dilakukan oleh anak muda sekarang. Dalih ingin saling mengenal digunakan untuk mengesahkan hubungan pacaran yang sesungguhnya itu hal yang diharamkan.
Dalam mencari informasi tentang wanita yang akan dilamar yakni dengan informasi dasar seperti CV dan foto (jika belum tahu orangnya), informasi keluarganya dan latar belakang dimana ia aktif.

Baca Juga : Cara Mengatasi Status Jomblo yang Terlalu Lama

Selain dari informasi dari sumber yang bisa dipercaya, untuk meyakinkan, bisa juga mencari informasi secara langsung dari keluarganya, atau kerabat, bahkan langsung pada si calon yang akan dilamar. Atau jika masih kesulitan, bisa lewat bantuan orang ketiga. Misal, bantuan dair ustadz atau ustadzahnya. Pihak ketiga diharapkan orang yang amanah dan mampu menjadi penghubung yang baik dengan dasar ingin membantu.
Kita juga bisa melakukan cara-cara yang pernah dilakukan Rasulullah. Seperti ini : "Bahwa Rasulullah SAW mengutus Ummu Sulaim kepada seorang perempuan, Rasulullah saw berkata kepada Ummu Sulaim, 'Lihatlah urat di atas tumitnya dan ciumlah bau mulutnya’," (HR. Ahmad).
Mengutus orang lain adalah cara yang dilakukan dengan jalan mengutus wanita yang dipercaya untuk melihat wanita yang ingin dilamar. Cara ini pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Mungkin saja, ini adalah anjuran dalam melihat pinangan. Anjuran untuk melihat wanita yang ingin dilamar dimaksudkan untuk mengetahui karakter fisik dari wanita tersebut, kesuburan, kesehatan, kebersihannya. Namun, tetap bahwa proses melihat ini tetap dalam koridor syariat.
Selain itu, Nabi SAW bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian meminang seorang perempuan, maka jika ia bisa melihat dari perempuan itu apa yang dapat menyerunya untuk menikahinya, maka hendaklah ia melakukannya. Jabir berkata 'aku meminang seorang perempuan maka aku bersembunyi terhadapnya hingga aku melihat darinya apa yang mendorongku untuk menikahinya, kemudian aku menikahinya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Artinya, pria yang melamar boleh melihat secara langsung. Bakr bin Abdullah al-Muzani berkata bahwa Mughirah bin Syu'ban menuturkan, "Aku datang kepada Nabi SAW, lalu aku sebutkan seorang wanita yang akan aku khitbah. Beliau bersabda, Pergilah dan lihatlah ia, maka sesungguhnya hal itu lebih pantas untuk melanggengkan (cinta) kalian berdua." (HR. Ahmad dan Ibn Majah).
Ketika sudah yakin terhadap pilihannya, langkah selanjutnya melamar. Lamaran bisa disampaikan kepada wanita yang dimaksud secara langsung dan sebaiknya diketahui juga oleh orang tua/wali wanita tersebut.
Melamar atau khitbah adalah ajakan untuk menikah. Maka dalam lamaran tersebut konsekuensinya harus dibicarakan perkiraan waktu dilangsungkannya pernikahan. Jika khitbah telah selesai, selanjutnya yang harus diperhatikan adalah masalah mahar maskawin dalam pernikahan.
Nah, itu dia informasi yang bisa disampaikan dalam cara melamar wanita ke orang tuanya dalam pandangan Islam atau proses khitbah yang bisa dilakukan sebagai persiapan melamar calon istri. (Presiden Jomblo)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seperti Ini Melamar Wanita (Khitbah) Dalam Islam"

Post a Comment