Benarkah? Jomblo Bisa Sebabkan Lebih Cepat Meninggal

Benarkah? Jomblo Bisa Sebabkan Lebih Cepat Meninggal
Jomblo Traveler – Benarkah ? jomblo bisa sebabkan lebih cepat meninggal. Hal ini justru membuat saya tercengang pertama kali membaca artikelnya. Benarkah demikian? Apakah iya, sekedar meratapi kejomblo mempercepat kematian. Mengerikan. Simak ulasan berikut ini tentang informasi kebenarannya?

Berikut Fakta-Fakta Mengejutkan Tentang Jomblo...

Sebuah penelitian Sahlgrenska Academy mengatakan bahwa dalam penelitiannya telah terungkap sebuah fakta yang mengejutkan bagi semua orang yang sedang dalam kondisi menjomblo. Kenapa mengejutkan? Ini dikarenakan fakta yang disebut bagi setiap orang yang menjomblo akan lebih cepat meninggal. Hal ini dikarenakan sebuah fakta tentang rasa kesepian. Merasa kesepian itulah yang pada akhirnya akan membuat merana seorang jomblo sehingga lebih cepat meninggal.

Baca Juga : Pacaran Bertahun-tahun Nggak Nikah-Nikah, Kaya Kredit Motor Nggak Dilunasin

Berdasarkan penelitian tersebut, terungkat bahwa seorang yang memiliki status jomblo terlalu lama akan merasa kesepian dan seorang yang jomblo tersebut mudah terserang penyakit. Apapun itu. Karena ia tak bisa menjaga kondisi badanya dengan baik.

Apa saja penyakit yang menyerang seorang jomblo?

Seorang jomblo akan cenderung rentan terkena penyakit berisiko. Karena kesepainnya itulah risiko penyakit muncul. Misal seperti risiko terserangnya penyakit stroke. Dengan risiko stroke tersebut maka seorang jomblo akan meninggal lebih cepat.

Apakah temuan ini bisa dipertanggungjawabkan?

Saya tak bisa memastikan. Akan tetapi berdasarkan informasi yang saya baca, bahwa temuan dari penelitian Sahlgrenska Academy ini melibatkan kurang lebihnya 1.090 pasien stroke di Swedia Barat.
Dan dalam riset yang dilakukan tersebut, terungkap bahwa Sahlgrenska Academy menemukan 36 persen pasien mengalami stroke karena jomblo, mereka tidak memiliki memiliki kekasih ataupun hidup bersama pasangan.
Jika itu benar? Maka ini mengerikan, dan bahaya bagi seorang yang jomblo.
Selanjutnya, berdasarkan informasi lainnya, salah satu tim peneliti Petra Redfors mengungkapkan tentang mortalitas atau tingkat kematian terkait dengan hidup sendiri yang berhubungan dengan aktivitas fisik, konsumsi alkohol tinggi, tingkat pendidikan rendah dan faktor risiko yang lain.
Itu semua terjadi kepada mereka yang jomblo dan tidak mendapatkan perhatian. Sehingga mereka tak peduli dengan gaya hidup sehat. Semua menjadi tidak diperhatikan.

Baca Juga : Gaya Pacaran ABG 90-an yang Tidak Dirasakan ABG Zaman Now

Selain itu juga, ada beberapa penyebab lainnya. Kenapa seorang jomblo berpotensi lebih cepat meninggal. Sebagian orang akan menjawab sudah takdir atau ajalnya. Akan tetapi ada fakta lain yang terungkap, bisa jadi karena orang-orang yang hidup sendiri alias menjomblo tersebut kurang peduli dengan pola hidupnya. Tak ada yang memperhatikan tak ada yang memberikan kasih sayang dan tak memiliki pasangan, sehingga menjadikan seorang jomblo kurang peduli untuk hidup sehat, kemudian tidak ada yang mengingatkan untuk mengonsumsi obat dan lain halnya.
Maka, para peneliti tersebut, banyak yang menyarankan, jangan menjadi seorang jomblo terlalu lama. Ini juga upaya pencegahan stroke. Carilah pasangan yang dapat berperan besar untuk mengubah gaya hidup agar bisa dikontrol dan gaya hidup yang menjadikan lebih sehat.

Kalau saya menyarankannya, menikahlah, maka engkau telah memutuskan untuk hidup dengan pasangan pilihanmu, lalu berbahagialah, lakukan pencegahan stroke bersama-sama dengan saling mengingatkan kondisi kesehatan satu sama lainnya. (Presiden Jomblo)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah? Jomblo Bisa Sebabkan Lebih Cepat Meninggal"

Post a Comment