Proses Ta'aruf dan Khitbah Bagi yang Sudah Siap Menikah

Ilustrasi - Proses Ta'aruf dan Khitbah Bagi yang Sudah Siap Menikah
www.jomblotravelers.com – Pernikahan dalam islam adalah sebuah ikatan suci. Ikatan yang menyatukan dua keluarga. Ikatan yang menjadi pintu menuju kebaikan-kebaikan yang bertebaran pada jalan-Nya, dan juga bagian dari keindahan dari Allah yang ada di dunia.
“Menikahlah nak, karena pernikahan adalah kebaikan,” seorang guru ngaji menasihati saya. Saat itu hujan deras saat saya tengah mampir di sebuah masjid. Guru ngaji banyak mengajak saya berbincang, termasuk ia menanyakan usia saya saat ini dan status saya apakah sudah menikah atau belum.
“Pacaran?” Kata si ustad.
“Belum punya pacar pak,” jawab saya singkat.
“Ada yang disukai atau ada yang menyukai kamu?” Tanyanya lagi.
“Inshallah pak.”
“Yang begitu nggak pake insha allah nak. Kenapa tidak langsung ajukan proposal pernikahan saja,” kata dia. Dan panjang lebar ceritakan tentang pernikahan.
Menurutnya, pernikahan adalah kebaikan, berkeluarga itu kebaikan. Kebaikan itu yang dicari orang-orang yang hidup di dunia ini, seizin Allah tentunya. Maka semua yang baik harus diniatkan dengan baik dan dijalankan dengan kebaikan pula.
“Pernikahan itu nak, ndak perlu di awali dengan pacaran. Bisa langsung datangi orang tuanya, minta anaknya, dan nikahi jika sudah sepakat,” kata-kata tersebut masih terngiang dalam benak saya.
Menurutnya, islam memandang wanita itu suci dan makhluk terhormat. Islam merancang sebuah jenis interaksi yang tidak merugikan pria dan wanita jika telah sampai pada batas kemampuan dan kesiapannya. Apalagi mereka yang sudah menginginkan menikah.
“Nah, kamu tahu kan, apa itu rancangan?” Kata Pak Ustad lagi.
“Ada pada proses khitbah atau peminangan pak?” Jawab sepengetahuan saya saja.
“Sebelum itu apa?”
“Ta’aruf atau perkenalan?” Jawab saya lagi sepengetahuan saja.
Ia kembali bercerita, bahwasannya lelaki atau perempuan yang sudah mampu menikahi atau dinikahi adalah orang-orang yang siap membangun rumah tangga. “Silakan tentukan calon, karena Allah telah membolehkannya. Tapi ingat, dinikahi, bukan dipacari,” katanya menutup obrolan karena hujan pun mulai reda.
Saya jadi ingin mengetahui hal lebih dalam, apa yang disampaikan pak ustad, dan bertemulah dengan (Q.S Al-Nisa (4): 3) yang menjelaskan : Nikahilah oleh kalian wanita-wanita yang kalian senangi.

Artinya, dalam tulisan di atas, bila sudah mendapatkan yang disenangi, yang kita pun cenderung kepadanya, lanjutkan ke proses khitbah. Khitbah merupakan sebuah pernyataan peminangan dari seorang lelaki kepada perempuannya atau walinya agar si perempuan bersedia dinikahi dan membina keluarga. Khitbah juga berlaku sebaliknya dari wanita kepada lelaki.

Baca : Menjadi Jomblo Tawakal yang Disayang Allah

Previous
Next Post »