Jomblo Fisabilillah, Ngetrip Menjaga Kehormatan dan Meraih Kemuliaan


Jomblo Fisabilillah – “Insya Allah,” begitu jawabnya. Sebuah jawaban yang keluar dari bibir seseorang perempuan yang baru saya kenal di sebuah seminar kesehatan. Wajahnya bersinar. Senyumnya sungguh menenangkan. Tapi lagi-lagi dia menjaga pandangan matanya, tak ingin menatap mata saya terlalu lama. Mungkin ada yang sedang ia jaga.

Saat itu, saat pertama kali kenal, hanya sekedar jawaban insya allah dan namanya yang saya ketahui. Sisanya teramat irit ia berbicara. Jawaban itu pun ketika saya berucap, “semoga kita bertemu lagi dikemudian hari.” Sampai disitu. Tidaklah lebih.

Kebetulan ia bawa seorang kawan perempuan. Saya sudah mengenal sejak lama kawannya tersebut. Kebetulan lagi, kawanya juga kawan saya sewaktu duduk dibangku SMA. Kini menjadi temannya di perguruan tinggi. Bahkan, satu asrama.

Saya penasaaran dengan perempuan tersebut. Saya beranikan diri untuk bertanya pada kawan saya. Kawan saya berkata, seseorang yang tak mau menatap saya itu memang belum pernah berpacaran. Ia tak mau menatap terlalu lama, khawatir tak baik bagi dirinya, dan membuat para lelaki menaruh harapan lebih padanya.

Padahal selama ini, hobi si perempuan adalah menikmati keindahan alam. Trip dari satu tempat ke tempat lain. Perempuan itu menyukai segala keindahan ciptaaan Tuhan. Tak jarang ia sering berlama-lama di daerah yang indah, seperti pantai, laut, gunung, bahkan air terjun yang bisa dilalui dengan mudah. Baginya menikmati keindahan ciptaan sang kuasa sama halnya dengan bersyukur akan nikmatnya hidup. Tapi untuk urusan ibadah, ia sangat takut jika terlamabat melaksanakan.

Baca juga : Jomblo di antara pilihan : Menikah atau Pacaran

Sebagai seorang perempuan, ia sangat misterius. Iakah yang dimaksud jomblo fisabilillah. Seseorang yang tak pernah pacaran sekalipun. Berjuang di jalan Allah. Melaksakan perintah Allah dan menjauhi laranganya. Semua yang ia lakukan semata-mata karena Allah.

Perjalanan yang membuat hatinya tenang. Ia hobi traveling, tapi tetap menjaga kehormatan dan kemuliaan sebagai seorang perempuan. Lalu, teman berujar, “jika kamu tertarik, dan siap, nikahi saja langsung. Temui kedua orang tuanya?” Saya kaget terperanga.

Baca juga : Yakinlah, Menjadi Jomblo Bikin Kamu Bangga dan Bahagia

Saya bukanlah jomblo fisabilillah yang baik. Saya sedang berusaha memantaskan diri saya. Bertaubah, merefleksikan segala kesalahan. Berusaha menjadi yang baik. Sama halnya perempuan yang saya temui tersebut. Menjaga dirinya, meraih kemuliaannya. Ia tak pernah berpikir sejauh apa ia sendiri. Ia percaya kelak akan ada imam yang baik menemuinya. Dia tak peduli disebut jomblo, apakah ia jomblo fisabilillah. Yang ia ketahui. Ia berusaha dekat dengan yang memberinya hidup dan mati.


Previous
Next Post »