Yakinlah, Menjadi Jomblo Bikin Kamu Bangga dan Bahagia

Ilustrasi Jomblo Hua ha ha
Emak tetangga lagi marah-marah dirumahnya. Penyebabnya, anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMA ketawan pacaran. Gimana cara ngebayangin kalau kita jadi si emak atau jadi anak laki-laki tersebut. Mungkin, kamu pernah mengalami hal serupa?

Tak hanya itu saja. Tiga hari lalu, saya mendengar kabar putus cintanya anak yang masih bau ingus, masih Sekolah Dasar (SD) yang menurut saya belum pantas mengenal cinta. Zaman saya, belum ada yang begini. Sekarang menyedihkan. Mungkin kamu salah satunya juga? Sudah pacaran saat SD. Ish.

Apapun itu. Intinya contoh dua kasus di atas, baik di alami anak-anak, remaja, maupun dewasa, pastinya akan kelimpungan alias bingung dengan situasi yang ada. Apalagi yang remaja. Katanya, jadi jomblo itu ngenes selalu jadi ejekan.

Menghadapi hidup sendirian itu katanya takkan pernah bisa setegar mereka yang menjalaninya berdua. Aish. Bullshit. Apakah hidup yang sendiri harus bahagia karena pacaran. Terus melihat sepasang lelaki dan perempuan berduaan jadi kalut tingkat akut. Enggak kan.
Syukur-syukurlah bagi kalian yang putus. Lebih bersyukur lagi bagi yang belum pernah punya pacar sama sekali. Bukan karena tidak laku. Bukan karena tidak cantik dan tidak tampan. Tapi soal pilihan dan kesempatan yang yakin akan datang ketika semua telah siap tanpa harus pacaran.
“Kalau putus dan nggak punya pacar, atau bahkan belum pernah pacaran artinya kudet dong kak, tidak bahagia hidupnya!” eits, tunggu dulu! Lihatlah keluar. Saksikan dengan kedua mata dan pikiran yang sehat. Begitu banyak jomblowan dan jomblowati yang bahagia.
Tidak ada kesedihan di raut wajah mereka. Justru mereka menikmati kesendiriannya dengan happy alias bahagia dan bangga. Mereka, lebih memilih membanggakan prestasi dari pada kekasihnya yang tak jelas dan hanya memusingkan apa kata orang.
Ini studi kasusnya enaknya ngejomblo, bangga dan bahagianya dari pada mereka yang punya pacar:

1. Jomblo itu sudah pasti bebas, karena nggak ada yang ngatur harus begini dan begitu yang nggak bermutu.

“Kamu tuh, kalau jadi cewek bangunnya harus pagi. Nyapu, masak dulu sebelum dandan. Bla bla bla......”
“Eh iya, kamu juga tuh, kalau jadi cowok itu harus sering-sering olahraga, biar perutnya nggak buncit. Bla bla bla.....”
Atau yang lebih ekstream, “Sayang, aku mau main ya sama temen-temen ke Mall?” harus izin.
“Ada si Anu ya. Nggak boleh. Nanti dia godain kamu!” Dilarang.
Seperti senjata makan tuan. Bumerang yang bisa menimbulkan perang ketika dilarang. Pasanganmu, entah laki-laki atau perempuan, ketika memilikimu, ia membekali beragam aturan dan larangan. Mungkin tujuannya baik. Kenyataannya, sering gak betah juga dicerewetin mulu. Iya kan?

2. Saat di Mall, shopping nemenin pacar, si cowok sudah sangat jelas kebagian tugas bawa bayarin dan bawa belanjaan yang berat. Di waktu yang sama, si jomblo justru pede membenahi dirinya.

3. Supir pribadi. Kalau nulis tentang ini, agak sedikit gelitik ya. Hampir semua mengalami. Entah supir, entah ojek, pasti itu. ha ha.. Pulang kampus, langsung jemput, jalan-jalan, anter pulang. Beda sama jomblo yang bebas terjun ke kegiatan sosial. Jadi aktivitasnya ya gitu terus, kesehariannya, tukang anter jemput. Coba yang jomblo, terkadang dia sangat kuat, menahan godaan di tengah organisasi untuk menambah keterampilannya. Bahkan ada juga yang bergabung menjadi relawan. Ilmu makin banyak, relasi pun semakin erat.

4. Jomblo itu nggak perlu takut menghadapi pertanyaan dari orang tua pacar?

“Bapaknya kerja apa dek?”
“Punya mobil atau helikopter?”
“Kuliahnya di mana?”
“Rumahnya di mana?”
“Anak siapa? Sehari jajan berapa juta?”
Halah. Belum juga jadi mantunya, orang yang diharapkan menjadi mertua udah buat kamu bingung kasih jawaban. Tapi itu realistis bro. Makanya, kalau belum siap menjadi ningrat jangan pacaran. Nanti kalau siap nikahin aja langsung. Beres. Pertanyaan sekali, jika deal, langsung eksekusi tanpa basa-basi.

5. Tentunya selama jomblo, kamu akan menjadi pribadi yang irit. Sebab jadwal jalan-jalan dan traktir makan atau belanjaan si pacar semakin berkurang.

Alhasil, bisa nabung, sampe tabungan kembung dan bisa ke pelaminan.

6. Tanpa pacar, waktu lebih efisien. Fokus, fokus, fokus.

Bayangkan. Deadline. Tapi digupekin chat pacar. Mau nggak di bales takut di marah. Mau di bales, waktu terus kepotong. Aih, repot. Beluim lagi, waktu mengerjakan PR sekolah atau tugas kuliah harus direlakan untuk jalan-jalan berdua, pergi nonton bioskop, nemenin belanja, dan diajak ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Dan pada akhirnya, kesempatan jalan dengan keluarga juga dibuang, waktu yang berguna untuk membangun relasi dengan teman-teman hilang. Makanya, nggak punya pacar, bukan berarti ada yang hilang, tapi lebih memiliki waktu luang. Bayangkan waktu luang itu menjadi uang, bukan menghabiskan uang.

7. Bebas ke mana-mana... Jomblo harus menikmati moment-moment seperti ini.

Kalau, mereka yang pacaran sibuk mengurusi keributan yang terjadi. Membangun masalah-masalah baru. Itu pekerjaan yang sepele. Apalagi sampai nangis-nangis. Ih. Jadi jomblo malah enak, bisa ke mana-mana, tanpa ada yang menciptakan keributan karena hal sepele seperti cemburu.

8. Punya banyak waktu..

Jadi inget, cerita Taylor Swift. Coba berapa kali doi dicampakkan dan menjomblo? Dengan dia jomblo, coba berapa banyak lagu-lagu doi yang nge-hits tentang patah hati. Jadi paham kan artinya. Nah, kalau kamu saja masih terus-terus galau dan sibuk sama urusan pacaran, apalah arti dirimu yang sedang mematangkan diri menuju sukses? Sukses itu perlu usaha, proses, dan tentunya perlu punya banyak waktu? Waktu dari diri sendiri. Bukan waktu yang habis karena urusan pacaran itu. Jadilah jomblo berkualitas.

9. Karena tidak ada yang diajak kemana-mana, saldo tabungan tetap aman.

Justru malah bertambah kalau diisi terus tanpa dikurang-kurang yang berlebihan. Yes, tidak selamanya jomblo merana. Kamu bisa nabung bro...

10. Nggak pusing mau makan apa?

Saat lagi pacaran, kita mesti mikir ribuan kali sebelum ngajak kekasih makan. Tapi sekarang pas lagi jomblo, makan di angkringan atau pinggir jalan juga enak, kok! Sayang banget kan uangnya buat makan di mall terus! Di pinggir jalan malah ada makanan yang lebih enak dan murah!

Cintailah single mu. Bangga dan bahagialah menjomblo. Kelak akan datang seorang kekasih yang akan menjadi kekasih halalmu. Pacaran setelah menikah. Hmm. Enak kali ya. Dicoba yuk...



Previous
Next Post »