Solo Traveling Aman, Nyaman, dan Murah di Yogyakarta

Pinjem foto Traveler Cewek Asal Lampung saat di Jogja
Mau jalan-jalan kebanyakan mikir? Yang ada nggak akan pernah jadi. Teori di atas pembicaraan, terlebih di atas janji takkan bisa simeteris dengan realita pada waktunya.

Ada yang bilang, “nggak asik jalan-jalan sendirian. Keliatan bener jomblo dan ngenes-nya.” Jalan-jalan itu kan asiknya ramean sama teman-teman atau tidak ya berdua sama orang yang dicintai alias kekasih.

Ah, basi. (Baca Juga : 5 Ide Gila Traveling Untuk Para Jomblo)

Masa iya, mau traveling aja pake ribet ngatur waktu ini dan itu. Kalau yang ini nggak jadi yang itu juga ikutan nggak jadi. Terus kapan jadinya? Kebanyakan rencana nih!
Kalau memang pada nyatanya ramean nggak bisa, sudah saatnya kita harus mencoba solo traveling. Paling tidak ya kita lakuinlah sekali seumur hidup? Biar tahu gimana serunya traveling sendiri dan serunya traveling berdua. Kan ada cerita seru, bukan begitu?

Gimana sih serunya traveling sendiri, dan apa saja yang bisa kita rasakan. Dalam hal ini, secara teori tentunya kita akan lebih mengenal diri kita sendiri. Semakin sering berjalan seorang diri, maka semakin sering juga kita berinteraksi dengan diri kita sendiri. Kita lebih mengenal siapa kita? Dan seperti apa kita dalam kehidupan sosial tanpa pencitraan.

Nah bagi kamu yang pemula untuk menjalani aktifitas sebagai solo traveler, jangan dulu berkhayal kebanyak tempat. Coba satu tempat lebih dulu. Nih, misalkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) alias orang-orang suka menyebutnya sebagai Jogja.

Dari Sumatera maupun dari Pulau Jawa atau dari Pulau lainnya, Jogja sama halnya dengan Jakarta wilayah yang sangat mudah di akses dari manapun. Hal ini karena Jogja memang dikenal sebagai kota yang ramah bagi wisatawan. Makanya tak heran. Setiap tahun akan selalu banyak wisatawan di Jogja. Baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Traveling solo, kenapa tidak dicoba? Kalau seandainya kereta sudah sering kamu gunakan secara beramai-ramai, kali ini kamu gunakan sendiri. Yang biasanya jalan-jalan berdua, atau ramai-ramai, kini saatnya kamu solo traveling. Dan kamu harus melakukannya sendirian.

Misal, perjalanan kamu ke Jogja dari Jakarta. Kamu kan bisa naik kereta dari stasiun Senin. Stasiun Senin Jakarta ke Stasiun Lempuyangan Jogja ada tiket termurah yakni 75 ribu rupiah. Harga yang relatif terjangkau toh. 150 ribu sudah pulang balik tuh.

Di Jogja sendiri, kita tak perlu repot mencari alat transportasi. Sangat banyak. Jangan khawatir kehabisan. Apalagi adanya jasa transportasi online seperti gojek, gocar, grab, uber, dan lainnya.

Jogja sendiri, bagi cewek yang mau solo traveling itu masuk kategori wilayah yang aman dan ramah. Ya, meski hal yang lumrah, ketika cewek mau traveling solo merasa sedikit takut, perasaan was-was dan khawatir dipikiran muncul. (Baca Juga : Tips aman perempuan backpacker sendirian)

Tapi setelah merasakan gimana suksesnya traveling solo. Seorang cewek akan tumbuh menjadi seseorang yang lebih dewasa, lebih mandiri, dan lebih mengenal diri sendiri dari sebelumnya. Bisa disebut, solo traveling juga merupakan perjalanan spiritual.

Nah, kapan kamu solo traveling? (Baca Juga : Tempat Wisata di Jogja Murah, Menarik dan Romantis)

Nih, saya jabarin kenapa Jogja saya sebut sebagai wilayah yang aman dan murah untuk solo traveling. Bagaimana dengan Bandung, Solo, Semarang, Bali, Palembang dan beberapa tempat lainnya. Nah, nanti saya akan bahasa satu per satu. Dan wilayah tersebut bisa jadi tempat solo traveling kamu berikutnya.
Oke.

Alasan Pertama, Jogja sebagai kota gudeg dikenal karena keramahan masyarakatnya. Siapapun yang kamu temui dijalan saat tersesat, jangan sungkan minta bantuan, pasti mereka akan siap menolong. Tentunya kamu harus meminta bantuan dengan sopan.

Alasan Kedua, seperti yang sudah saya paparkan di atas. Bahwa akses transportasi di Jogja itu mudah. Tentunya, kalau mau traveling yang dipikirkan adalah masalah transportasi. Nggak mungkinkan dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya puluhan kilometer sanggup ditempuh dengan berjalan kaki.

Dan di Jogja, sarana transportasi tersedia lengkap. Kamu yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya bisa menggunakan kereta api. Begitupun bagi kamu yang berasal dari Semarang, Surabaya, Lampung dan sekitarnya. Ingin naik pesawat atau bus juga bisa. Lengkap bukan?

Sesampainya di Jogja, dan kamu mau keliling Jogja nggak pake ribet. Kamu bisa naik bus trans Jogja. Kamu tinggal pilih rute. Banyak banget tujuannya. Contoh, kamu mau ke beberapa candi yang ada di Jogja, salah satunya Prambanan. Pakai aja bus trans Jogja, duduk dengan manis dan nggak perlu pindah-pindah bus, kamu sudah bisa sampai tujuan.

Selain bus trans Jogja, mungkin kamu bisa mengunakan transportasi masa lampau. Jarak dekat yang bisa membantu aktifitas kamu ke tempat-tempat yang nyempil. Yakni, dengan becak. Palingan kena harga 10 ribu – 20 ribu.

Eh kalau nggak bisa juga sewa motor di Jogja. Jadi bisa lebih murah, jalan-jalan naik motor. Kan lebih mudah untuk keliling Jogja dengan bebas. Bisa ke gunung kidul ataupun Kulon Progo. Sebagai kota wisata. Adanya sewa motor tentunya lebih memudahkan wisatawan. Dimanjain banget kan.

 

Ketiga, penginapan yang murah-murah pake banget. Nggak pusing mikirin budget penginapan. Bisa pilih, dari yang mahal sampe yang murah banget ada di Jogja. Setiap sudut kota akan ada penginapan yang sangat jelas diplang informasinya.

 

Untuk harga, pastinya dapat dijangkau alias murah. Dari yang 50 ribuan, dari kamar AC, TV dan hanya kipas angin. Salah satunya, kata teman-teman coba menginap di Deep Purple Homestay. Jaraknya sekitar 1,5 Km dari Taman Sari.


Ada juga, di hostel. Nah tuh, siapa yang mau menginap di hostel. Mungkin, kata teman, bisa dicek sendiri di EDU Hostel Jogja bisa menjadi alternatif pilihan. Katanya sih fasilitasnya lengkap. Harga sewa per malam Rp70 ribu. Sudah termasuk bonus sarapan pagi. Weleh-weleh.

 

Keempat, banyak pilihan destinasi wisata yang cetar membahana hulala. Inilah pertanyaan kebanyakan orang, “mengapa banyak orang yang datang berwisata ke Jogja?” Jawabanya kan memang sedari dulu, Jogja dikenal memiliki tempat wisata yang lengkap. Ada pantai, gunung, adat istiadat, kebudayaan, kerajaan, hingga kraton Yogyakarta dan Taman Sari.

 

Selain itu kamu juga bisa jalan-jalan sore hingga malam menyusuri jalanan Malioboro yang menawarkan konsep kota metropolitan yang romantis. Naik dokar bisa jadi pilihan atau tidak kembali ke becak untuk keliling kota. Dan jangan lupa mampir di Angkringan Kopi Jos Lek Man, angkringan legendaris Jogja. Saya pun tak luput ke tempat ini kalau ke Jogja pasti, malah wajib datang. Satu lagi, kuliner Oseng-Oseng Mercon Bu Narti.


Kelima, sesuai namanya, Daerah Istimewa. Adanya pulau, gunung, situs-situs sejarah, museum, makanan dan minuman tradisional khas Jawa, adat istiadat yang dijunjung tinggi, keanekaragaman hayati, kebudayaan yang tak luntur dan masih sangat melekat, kota yang tidak pernah sepi, keramahan warganya, sopan santun yang selalu di jaga, serta kehidupan yang sejuk terpatri rindu dalam diri ini. Rasanya, jika kembali ke Jogja, itu seperti terlahir kembali sebelum akhirnya pergi transmigrasi. He.... Selamat menikmati daerah istimewa.


 

Previous
Next Post »