72 Tahun Indonesia Sudah Merdeka, dan Kini Saatnya Jomblo Juga Ikut Merdeka


Sudah 3,3 tahun saya mengamati tentang betapa merdekanya menjadi seorang jomblo. Dari derita pahit, pedih, galau, murung, iri, dan banyak hal-hal lainnya yang terjadi, kini semua terbang bebas, lepas tanpa batas, tak ada beban.

Tenang! Tulisan ini bukan provokator kok untuk kalian yang pacaran segera putus sama pacar. Maka, tenanglah, tak perlu meradang. Tapi yang harus diketahui, menjadi jomblo itu lebih merdeka dari pada berpacaran. Dan jomblo itu, bukanlah akhir dari segalanya. Percaya?

Banyak dari kita yang takut menjadi jomblo? Maka dengan ketakutan kalian itu, saya akan mengaduk-aduk perasaan, tapi tidak akan membiarkan kalian memilih dead ending mengakhiri cerita hidup karena kenaasan menjadi seorang jomblo. Justru di tulisan ini saya akan menyelamatkan keteguhan anda untuk tetap menjomblo.


Yang perlu kalian ketahui, bahwa jomblo bukanlah akhir dari segalanya. Ya tentu bukan. Karena masih ada proses berkembang biak, beranak pinak, melanjutkan keturunan, atau apalah itu namanya, yang jelas ada proses pada pernikahan, sebelum akhirnya memeiliki generasi penerus atau memang sudah mentok sebagai generasi pemutus.

Jadi, sudah percaya kan, kalau menjadi jomblo bukan akhir dari segalanya (ketawa ala cak lontong). BACA JUGA5 Ide Gila Traveling Untuk Para Jomblo

Baiklah, dalam hal ini, mari kita mengembalikan martabat kita sebagai jomblo terpuji. Siapa yang akan memulai? Ya kita yang membaca ini karena galau sebagai seorang jomblo yang tengah mencari kemerdekaan.

Wahai teman-teman seperjuang seperjombloan, sebangsa dan setanah air, jomblo atau single yang kerap diributkan selama ini jangan menjadikan kita lemah dihadapan usia negara yang merdeka. Ya, dihadapan Indonesia yang telah berusia 72 tahun terbebas dari penjajahan asing. Kamu? Aku? Apa masih harus berperang melawan rasa resah karena dihina tidak memiliki pasangan. Ah, rasanya itu hal yang teramat sepele.

Saatnya, arti kemerdekaan juga melekat dan terapilkasi sepenuhnya untuk kita para jombloers. Kita patut berterimakasih kepada para mantan yang telah gugur sebelum sampai pada pelaminan. Karenanyalah kita belajar lebih kuat, lebih tegar, dan lebih bisa memahami arti cinta yang sesungguhnya.

Bagi yang sudah tersadar, sudah sangat sepatutnya berterimakasih kepada Allah SWT karena telah membukakan pintu hati, karena selama ini dia berpacaran telah bertindak salah. Maka segeralah meminta ampun atas apa yang telah diperbuat. Termasuk janji menikahi yang hanya sekedar janji tanpa ada realisasi.

Di kemerdekaan Indonesia saat ini, kita juga sampaikan rasa terimakasih kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. Karenya saat ini, kita hanya berperang melawan keraguan status.

Saatnya status jangan terlalu dianggap serius. Yang serius itu yang berniat menghadap penghulu. Mengikat janji suci, seumur hidup, sehidup semati. Lalu, tugas kita saat ini adalah membebaskan prasangka jomblo dari serangan-serangan. Terutama musuh besar, “kapan menikah?”

Ketika ketemu teman yang sudah beranak dua, atau ketemu tetangga yang saban hari ngingetin, “Bro... Lo ini betah ya jomblo. Usia kan sudah cukup menikah?”

Coba candain aja?.. “Teman-teman, ibu-Ibu, bapak-bapak, mba-mba, mas-mas, kakak dan adik, tolong dibedakan, manusia bukan ibarat ayam yang sedang diternakan, yang ketika usia sudah cukup maka bisa di panen. Bukan juga barang yang dibeli nggak cocok dan bisa diretur. Kalau barang yang dibeli rusak, bisa diganti.”

Sayangnya, jawaban-jawaban seperti itu pun hanya bisa dijawab dalam hati. Nggak berani dikeluarin. Takut tambah panjang he he. Cara jitunya kabur.... Disitulah terkadang kita selalu ditindas dan dihakimi. Kemerdekaan seorang jomblo pada akhirnya terus dirampas.

Maka saatnya jomblo mencari, tanpa harus memacari. Menikahi, tanpa harus kebanyakan janji. Resepsi, tanpa harus banyak basa-basi. Lalu, bulan madu, tanpa harus diganggu. Bukankah semua jomblo pada akhirnya ingin menikah. Semoga doa dan ikhtiar selalu diijabah. Bertemu dengan jodohnya. Dan jodoh itu, menggenapkan arti kemerdekaan seorang jomblo.

MERDEKA!
Previous
Next Post »