Seribu Tumbler, Ruang Jingga, dan Renungan Trip Kebaikan

Berbagi Tumbler, Berbagi Senyum Kecerdasan (Jomblo Traveler's)
          Komunitas ruang jingga dengan gerakan seribu tumbler berhasil membuat saya merenung. Kegiatannya, bagi saya, menjadi traveling kebaikan pada Ramadhan tahun ini. Bagaimana tidak? Melihat aktivitas bersama anak-anak adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Terlebih aktivitas anak-anak kurang mampu yang berada di pinggiran kota, atau daerah-daerah terpencil di negeri ini. Sungguh, pengabdian tidak ada batasnya. Terlebih berbicara pendidikan.


Berbagi Pengetahuan dan Kreatifitas (Ist)
          Seperti pada Minggu (11 Juni 2017), Komunitas Ruang Jingga menyelesaikan pembagian 80an botol tumbler, untuk menggenapi gerakan 1.000 tumbler. Acara yang berlangsung di Telukbetung, Bandar Lampung berkolaborasi dengan beberapa pihak, antara lain, Papaben Donut (Toko dunat di Metro), Linescapade (komunitas motor), Tapis Blogger (Komunitas Blogger), Buy Fot Others (Komunitas Sosial) dan beberapa blogger di Lampung.

Penjelasan tentang bahan pelastik (Ist)
          Saya yang hadir sebagai blogger pun diberikan kesempatan bersama Mbak Naqi dan Mbak Novi, berbagi cerita bersama anak-anak yang ditaksir berusia 3-8 tahun. Bercerita tentang bagaimana menulis bisa menghasilkan uang. Bagaimana menulis adalah awal mula dari membaca. Intinya, menginginkan mereka untuk tetap belajar, membaca dan menulis sebagai basic dasarnya. Dan mengajarkan bahwa menulis pun bisa menghasilkan pendapatan.


. Icebreaking (Jomblo Traveler's)
          Acara yang berlangung pun begitu menarik. Edukasi tentang pemahaman membuang sampah dari para relawan ruang jingga pun disajikan dengan begitu apik. Yakni, dengan mendongeng. Bagaimana dongengnya benar-benar mengedukasi agar anak-anak dan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Terutama sampah pelastik. Karena sampah bisa menjadi sumber masalah, baik bagi lingkungan maupun kesehatan.


Berbagi kebaikan (Ist)
          Edukasi tentang sampah pelastik pun tidak sampai disitu. Komunitas ruang jingga pun mengajarkan tentang pemahaman penggunaan tempat minum, yakni merubah pola tempat minum pelastik dengan tempat minum yang berupa tumbler atau bisa dipakai berulang-ulang.


Dongeng (Jomblo Traveler's)
          Selain itu, di sana pun saya belajar banyak hal. Bagaimana lingkungan di masyarakat pesisir pun butuh perhatian. Ruang jingga memberikan perhatian dengan kapasitasnya sebagai komunitas, yakni memberikan pemahaman dan edukasi yang benar-benar mendidik. Lalu, selanjutnya adalah kesadaran masyarakat dan pemerintah setempat. Setidaknya, komunitas ruang jingga telah bergerak, selain edukasi tentang sampah dan cara penangannya, komunitas ruang juga pun memberikan ruang beberapa rekan kerja sama untuk mengisi sesi inspirasi.

Sesi Inspirasi (Ist)
          Baik sesi inspirasi dokter gigi, chef, penulis, penerjemah, hingga memberikan beberapa donasi, baik tumbler, tas, buku, hingga berbentuk beras bagia warga yang kurang mampu. Acara bersama ruang jingga kemarin, benar-benar menjadi trip atau perjalanan saya di bulan ramadhan yang menyenangkan. Kenapa? Karena saya bisa bergabung menebar kebaikan. (Admin)


RUANG JINGGA : GERAKAN 1.000 TUMBLER UNTUK LAMPUNG SUKSES DIREALISASIKAN



CATATAN SUKSES RUANG JINGGA DENGAN GERAKAN 1.000 TUMBLERNYA



Potret (Ist/Jomblo Traveler's)




Previous
Next Post »