Seniman dan Sastrawan Lampung Berkumpul, Kira-Kira Apa yang Dibicarakan?

Pembacaan puisi di Lamban Sastra Isbedy
Seniman dan Sastrawan Lampung punya cara untuk terus beraktifitas di bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri. Salah satunya dengan membentuk forum diskusi.

Ngabuburit puisi. Ya, tentu. Ngabuburit puisi yang diselenggarakan di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ini tengah memunculkan tradisi menyambut buka puasa. "Di luar Lampung ada dzikir puisi, tadarus puisi, dan kali ini di Lampung ngabuburit puisi. Ini ihwal judul," kata Ketua Lamban Sastra Isbedy Stiawan Syaipul Irba Tanpaka.

Seluruh yang hadir di ngabuburit puisi rata-rata membacakan puisinya, ada yang karya sendiri dan ada yang membacakan penyair lainnya. "Lamban sastra kedepan berharap lahirnya penulis penulis atau sastrawan-sastrawan muda dari Lampung yang menjadi regenerasi dari generasi sastrawan yang sudah ada," kata Syaipul.

Lampung dianggap sebagai lumbung penyair dalam "sastrawan" maka dari itu lamban sastra mendukung agar karya penyair muda Lampung bisa go internasional.

Ngabuburit puisi selain pembacaan puisi juga dilakukan diskusi puisi dan Ramadhan oleh Jafar Fakhruroji.

Previous
Next Post »