Menikmati Surga di Peisisir Barat

“Kabupaten Pesisir Barat diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum,” sekiranya itulah anggapan di negeri Para Saibatin. Sungguh, ada banyak surga wisata di Pesisir Barat dengan segala keindahannya.
            Sebagai salah satu kabupaten yang terletak di paling ujung wilayah Lampung, Pesisir Barat berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Maka, sangat pantas, Pesisir Barat memiliki berbagai potensi pariwisata dan keanekaragaman budaya yang tidak kalah menarik dengan daerah lainnya di luar Provinsi Lampung.
            Pesisir Barat memiliki panorama pantai yang begitu memukau. Ombak dan birunya air laut yang memanjakan mata. Lembutnya pasir pantai yang membius suasana. Serta aroma dan udara dari pephonan yang rindang semakin menyamankan suasana. Nampak jelas, Pesisir Barat punya segudang pesona.
            Begitu jugalah yang saya dapatkan selama beberapa hari di Pesisir Barat belum lama ini. Di Pesisir Barat saya begitu menikmati setiap detik hembusan nafas. menikmati segala keindahan pemandangan pantai dan deburan ombak, serta kesejukan angin sembari menikmati senja menuju pulang (sunset).
            Ada banyak wisatawan, baik lokal maupun asing, yang juga tak kalah menikmati liburannya di Pesisir Barat. Mereka, surfing di beberapa titik pantai yang memiliki gelombang tinggi dan ada pula yang menikmati keindahan pantai dengan menikmati es dugan di sepanjang pinggir pantai.
            Pantai Tanjung Setia, Pulau Pisang, Pantai Labuhan Jukung, Wisata Ziarah di Keramat Manulia, Makam Gajah Mada, dan Goa Matu itulah sedikit banyaknya gambaran wisata yang ada di Kabupaten yang juga berbatasan dengan Provinsi Bengkulu. Bahkan, masih banyak destinasi wisata, seperti air terjun dan lainnya yang bisa ditemui di Pesisir Barat.
            Tak salah jika, Pesisir Barat disebut-sebut diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Pesisir Barat dianugrahi Yang Maha Kuasa bentangan alam yang sangat memukau, bagaikan kepingan surga.
            Beberapa lokasi atas apa yang telah saya kunjungi dan rekomendasi banyak pihak. Jika kalian penat dengan kesendirian, mainlah kemari. Atau jika kalian ingin menngembangkan jiwa petualang, juga mainlah kemari. Atau bahkan, kalian hanya ingin sekedar liburan, maka mainlah kemari.
1.      Pelabuhan Nusantara
Salah satu pelabuhan terbesar di Pesisir Barat yang terletak di Pekon Kota Jawa Bengkunat, Belimbing atau 90 km dari Krui. Pelabuhan yang digunakan sebagai tempat singgah kapal-kapal dagang dan transport di Pesisir Barat. Lokasi ini juga merupakan tempat favorit keluarga untuk berekreasi dan memancing. Kawasan yang masih alami dan udara sejuk khas daerah pesisir menjadikan lokasi ini sebagai destinasi yang harus dikunjungi.
2.      Pantai Siging
Pantai Siging Bekunat berjarak 75 km dari Krui. Pantai ini juga menjadi destinasi wisata favorit keluarga dan para penghobi mancing. Hamparan pasir yang luas dan bangunan pelabuhan lama menambah kesan antik yang dimiliki Pantai Siging. Deretan perahu kecil yang digunakan nelayan untuk melaut juga menghiasi sepanjang pantai tersebut.
3.      Keramat Manula
Daerah yang berbatasan dengan Bengkulu. Terletak di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kec. Lemong. Ke Keramat Manula ini dari Bandarlampung kurang lebihnya +325 km dan +75 km dari Pesisir Tengah. Apa saja yang bisa kita temui di lokasi tersebut; adanya makam tua yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar, yakni makam Syekh Aminullah. Ia merupakan seorang yang dipercaya sebagai penyebar agama Islam pertama kali di Pesisir Barat.
4.      Goa Matu
Goa Matu adalah sebuah goa yang terletak di Desa Way Sindi, Kec. Penggawa. Berjarak 15 km atau 25 menit perjalanan dari Kota Krui. Goa ini terletak di tepi pantai. Meski dikenal goa biasa, goa ini dianggap simblo tatanan masyarakat lain selain manusia. Alias makhluk yang tidak kasat mata.
Berbagai cerita mistis sering dihubung-hubungkan dengan goa ini. Jadi goa ini memang terkenal karena cerita mistisnya dan bahkan kerap dilakukan ritual mistis. Bagaimana, berani mencoba datang ke Goa Matu.
5.      Makam Gajah Mada
Meski masih pro dan kontra, ada yang beranggapan makam Gajah Mada terletak di Pekon Kerbanglanggar. Tepat di tepi jalan Krui – Bengkulu. Situs ini ditempuh dengan waktu 2,5 jam dari Liwa, Lampung Barat dengan jarak tempuh 60 km. Jika melalui Krui, Makam Gajah Mada dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam atau 25 km kurang lebihnya.
Seperti yang sudah banyak dijelaskan di ilmu sejarah, bahwa Gajah Mada atau yang dikenal dengan sumpah palapa adalah mahapatih yang paling masyhur dari kerjajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur. Pernah memimpin pasukan mengarungi samudera di seantaro nusantara hingga Madagascar. Namun, informasinya memang kerap masih menjadi perdebatan kebenaran keberadaan makam Gajah Mada ini.
6.      Pulau Pisang
Sebuah pulau kecil yang indah. Ya, namanya sudah terkenal di mana-mana. Pulau Pisang. Sebuah kecamatan yang berada di tengah laut yang dimiliki Pesisir Barat. Pulau yang biasa dicapai dengan perahu motor dalam waktu kurang lebih 45 menit dari pelabuhan Kuala Stabas. Sekitar 15 menit dari desa Tembakak, sebuah daerah terdekat untuk menuju Pulau Pisang. Dengan luas wilayah 231 hektare dan 2346 jiwa atau 497 kepala keluarga, Pulau Pisang punya sejuta pesona. Selain kehidupan masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan. Di Pulau Pisang, kita bisa menikmati banyak spot foto. Di sini, silakan cari spot foto terbaikmu.
Di Pulau Pisang juga ada wisata kebudayaan dan sejarah. Dari menenun tapis hingga ziarah di makam keramat. Eh menuju Pulau Pisang juga kita bisa menikmati atraksi lumba-lumba. Biasanya lumba-lumba atraksi pada pukul 07.00-10.00. Di Pulau Pisang juga kita bisa memutari perkebunan warga dengan dimanjakan mata melihat deburan ombak dari ketinggian. Tebing-tebing dan karang yang terus didebur ombak tinggi, air laut yang biru semakin memanjakan kedatangan wisatawan. Sungguh, aku tak ingin pulang ketika berada di sana.

Selain beberapa tempat tersebut, masih banyak lokasi yang bisa kita kunjungi. Seperti Labuhan Jukung Krui, yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Di sini, saya melihat senja yang berpulang. Bagaimana matahari terbenam dan berganti malam. Bagaimana mesranya ombak lautan dengan warna keemasan dari cahaya matahari yang tengah turun. Larut angin, melarutkan ingin, dan lupa kalau saya masih sendiri hingga saat ini.
Di Pesisir Barat juga banyak wisata air terjun yang bisa kita kunjungi. Bahkan ada juga pulau yang menjadi tempat penangkaran penyu di Muara Tembulih, Pekon Muara Tembulih Ngambur. Satu-satunya penangkaran biota luat yang ada di Pesisir Barat.
Ada juga pantai negeri ratu, pantai harapan, pantai matu, pantai tebakak, dan Pantai Tanjung Setia yang kerap dijadikan arena surfing. Disini juga disebut banyak orang sebagai tempat surga mempesona yang tersembunyi di sisi laut. Sebuah pantai yang terletak di jalur arus besar Samudera Hindia. Menjadikan pantainya memiliki karaktersitik ombak yang tinggi dan panjang. Ya, alhasil, menjadi surga para peselancar.

Ada juga batu lawang, pantai pugung walur, pantai sawung, pantai pugung penengahan, pantai pugung tampak, pantai melasti, pantai biha, pantai walur, pantai mandiri, pantai bambang, pantai lemong, hingga repong damar. Wah, betapa banyaknya destinasi wisata yang bisa kita kunjungi. Sungguh, menarik hati. Belum lagi banyaknya makanan khas di Pesisir Barat. Salah satunya, sate ikan tuhuk atau blue marlin. (Perjalanan Yoga Pratama – Jomblo Traveler )

foto dokumentasi, sebagian masih tersimpan rapih di dalam memori. 















Selamat menikmati keindahan di tempat lainnya. Kamu? Jomblo juga, yuk temani aku jalan-jalan....
Previous
Next Post »