Josss!!! Sate Tuhuk Makanan Khas Pesisir Barat yang Menggugah Selera

yoga pratama
Berbicara Kabupaten Pesisir Barat memang punya banyak rasa yang bisa dijadikan selera. Selain laut dan pulaunya yang indah dan nikmat dipandang mata, kuliner di Pesisir Barat tak kalah nikmat untuk menggoyang lidah.
Apa lagi kalau bukan sate tuhuk. Sate yang berasal dari ikan blue marlin ini patut dikonsumsi jika para traveler mengunjungi kabupaten yang ada di Provinsi Lampung dan berbatasan dengan Provinsi Bengkulu ini.
Salah satunya seperti saya -Jomblo Traveler di tempat ini. Karena memang tak lengkap rasanya di Pesisir Barat tanpa kehadikan sate ikan tuhuk yang sudah terkenal tersebut. Bayangkan saja, ikan yang memiliki moncong seperti tombak yang panjang dan tajam menjadi hidangan yang begitu menggugah selera.
Eits, masalahnya kamu sudah tahu belum ikan tuhuk atau blue marlin ini ikan apa? Kalau anak-anak bilangnya sih ikan indosiar (salah satu logo stasiun televisi swasta nasional) yang bisa terbang itu.
Ikan tuhuk ini hidup di perairan laut lepas loh. Jadi sebenarnya tidak mudah mendapatkan ikan tuhuk. Hanya ada di daerah yang berbatasan langsung dengan laut lepas, alias samudera. Artinya, Pesisir Barat itu sudah dikabupaten terujung Lampung yang berbatsaan dengan Samudera Hindia.
Eits, tapi tenang aja, ikan tuhuk ini mudah kok ditemui di Pesisir Barat. Bahkan, pasar-pasar ikan setempat sudah banyak yang menjual ikan tersebut. Bahkan, ada warung makan yang konsisten menjual menu makanan yang berbahan ikan tuhuk tersebut.
Salah satunya usaha yang dijalankan Pak Edi Suritno. Rumah makannya Pondok Kuring tempat saya menikmati sate tuhuk dan sopnya ini sudah berdiri sejak tahun 2005. Nah, awalnya menjual sate kambing nih. Dan pada tahun 2008 merasa daging kambing sudah susah dan mahal, ia pun mengalihkan ke sate tuhuk. Karena memang banyak sekali yang menjual ikan tuhuk atau blue marlin di Pesisir Barat ini. Oh iya, tempat rumah makan Pak Edi ada di Kota Krui ya.
Di sini, saya tidak hanya ditawarkan sate ikan tuhuk juga, bahkan saya mencicipi sop kepala dan tulang ikan tuhuk. Bayangkan, semuanya bisa dijadikan menu makanan. Ups seruput, jadi pengen lagi nih.
Oh iya, kata Pak Edi selain menjual sate, sop, dari ikan tuhuk, dia juga menyediakan gulai, bakso, dan batagor dari ikan tuhuk. Bahkan, ikan tuhuk juga kerap dijadikan bahan dasar pembuatan empek-empek.
Kamu tahu nggak harga satenya berapa, Cuma 25-30 ribu satu porsi alias 10 tusuk. Harga sopnya 25 ribu per porsinya. Kalau ikan blue marlinya mudah didapat harganya Cuma 25 ribu, tapi kalau lagi susah bisa 30 ribu. Tapi, masih terhitung murah meriah, mengenyangkan euy.
Coba bayangin lagi deh, di depan kita ada seporsi ikan tuhuk dengan bumbu satenya, bisa pesen yang pedes dan bisa juga yang sedengan, di tambah sop ikan tuhuk. Buh, tekstur daging yang lembut dan tebal, berasa pengen lagi dan lagi. Ketika menggigit, kita berasa makan sate ayam, dan baru sadar kalau itu adalah daging ikan blue marlin.
Nah, jadi begini singkat ceritanya, jika kamu mau bakar sate sendiri ikan tuhuk ini. Diproses dengan memberi bumbu sate dua kali, bumbu yang juga dilumuri cabai. Ikan tuhuk pun dibakar tidak membutuhkan waktu lama, hanya 10 menit. Bahkan, disarankan jangan terlalu lama membakarnya, cukup dibolak balikkan, karena dikhawatirkan gosong. Oh iya, ikan tuhuk ini juga nikmat loh menggunakan sambal terasi.

Nah, kalau sudah begini, enaknya kalian datang aja ke Pesisir Barat. Kalau mau ajak aku biar kamu nggak sendirian juga boleh. Selamat menikmati Pesisir Barat dan ikan tuhuknya. 





Previous
Next Post »