Godaan Seorang Jomblo



Orang jomblo bebas dari godaan? Kata siapa? Menjadi seorang jomblo itu banyak godaanya. Jadi, harus kuat-kuat jadi jomblo. Jangan mudah tergoda. Ingat setan suka ngapain manusia? Ya suka menggoda kan. Nah, anggap mereka yang menggoda seorang jomblo itu adalah “setan” he.. he.. piss.
Biasanya apa aja sih yang kerap menggoda seorang jomblo. Godaan untuk perempuan jomblo sama nggak sama dengan laki-laki yang jomblo. Saya akan memulai dengan beberapa cerita.
Saya punya teman, namanya Desi. Seorang perempuan lulusan S1 sastra inggris. Beberapa kali dia mengeluh tentang keteguhannya menjadi seorang jomblo. Selain Desi ada Nia. Mahasiswi yang sedang menguatkan diri dalam hijrahnya sebagai seorang perempuan. Sama seperti Desi, Nia berusaha teguh setelah melalui banyak pertimbangan untuk memutuskan katakan tidak pada pacaran. Yes, menjadi jomblo hingga akhirnya ada yang mengajaknya menjadi seseorang yang halal.
Desi dan Nia ini punya beberapa kecenderungan yang berbeda. Tapi, yang dialami keduanya kerap dialami perempuan-perempuan jomblo pada umumnya.
Saya masih sangat ingat, ketika Desi bercerita tentang seseorang yang ada di masa lalunya kembali datang menemuinya. Di saat ia teguh mempersiapkan diri untuk menjadi seorang perempuan jomblo yang berkualitas, Desi justru kembali digoda untuk bisa kembali. Alhasil sebagai perempuan, tingkat kelabilan Desi sangat tinggi. 

“Kak, gimana ini? Masa si mamas kemarin sms aku lagi. Padahal aku dah ganti nomor hp,” kata Desi. Saat itu saya dan Desi sedang mempersiapkan kegiatan komunitas.
Saya mendengar cerita Desi hanya bisa tertawa lepas. Sesuatu yang wajar. Terlebih Desi dan mantan pacarnya pernah memiliki cerita yang indah sebelum akhirnya berakhir dengan patah hati.
“Kenapa yang kamu bingungin? Bukannya malah bangga, mantan belum bisa move on,” jawab saya sekenanya.
“Bukan begitu kak? Masalahnya, ada juga yang mau deketin aku. Cakep lagi orangnya.  Aku juga baru tau kemarin, pas dia ngajak jalan naik mobilnya sama temen-temennya,” kata Desi lagi.
Saya mengangguk. “Terus?”
“Ya nggak terus-terus. Ini lagi godaan banget ini, masa lalu sama orang yang baru PDKT dan lebih cakep dari pada yang ada di masa lalunya,” jawab dia.

Ketika ia (Desi) sudah senang menjalani aktfitasnya sebagai seorang jomblo ia merasa ada beberapa orang yang datang. Baik orang yang ada di masa lalu. Maupun, orang yang baru ditemuinya. Godaan ini semakin besar ketika orang-orang tersebut terus melancarkan pendekatan. Kalau bahasa sekarang itu PDKT. Saat PDKT baru akan dimulai penilaian, dari yang tampan (fisik), tajir (materi), hingga dari rayuan yang membuat nyaman. Perempuan mana yang tidak tahan godaan kalau sudah begini.
Kalau Nia, godaannya sebagai seorang jomblo lebih pada hal-hal yang berbau dengan makanan dan diskon belanja. Nia bisa makan apa saja, dan kalau lihat diskon di mall selalu tergoda.

“Nia yang bener lagi. Makanan sebanyak ini dicicipin semua. Sanggup tah ngabisinnya?” Tegur Ana.
Saat itu, saya, Ana, Nia, Rosadi dan kebetulan juga ada Desi sedang berada di salah satu cafe yang ada di salah satu mall di pusat kota. Beberapa menu dipesan. Ana paling semangat menyantap makanan-makanan yang dihidangkan.
“Mumpung jomblo. Kan, ngga ada yang larang,” kilah Nia.
“Sadar mblo! Bisa naik itu badan,” cetus Desi.
“Santai aja, bisa di atur,” selorohnya menjawab.

Saya hanya bisa cekikikan. Membayangkan apa yang telah terjadi. Sejak keliling ke beberapa tempat belanja, dari baju hingga aksesoris, Nia yang hobi belanja. Sedangkan kami hanya melihat-lihat. Kata Nia? Mumpung diskon.
Sebenarnya lelaki jomblo pun sama godaannya. Hanya saja, seorang pria lebih banyak difaktorkan dengan keinginan negatif jika kembali berpacaran, yakni bisa mencapai hasrat seksual. Terlebih kalau lihat perempuan yang seksi. Makanya, jika seorang lelaki yang tidak bisa menahan birahinya, lebih baik cepat-cepat untuk menikah. Kalaupun sedang tidak ingin menikah, mohon bersabar, lebih baik sendiri saja. Karena saya tidak bisa melanjutkan untuk membayangkan bagaimana kalau lelaki tersebut memiliki kekasih. Apa yang terjadi? Penumpukan dosa. Ya, bisa disebut begitu. Jadi, menjadi seorang jomblo sebenarnya sudah tepat untuk menghindari hal-hal yang belum boleh dilakukan sebelum adanya kata SAH dan HALAL yang diikat dalam status pernikahan. Inilah godaan seorang jomblo yang harus dikuatkan mentalnya agar tidak tergoda.

*** Baca juga : awas pencuri

Seorang wanita dan pria tentu boleh saja jika punya keputusan untuk tidak memiliki pasangan terlebih dahulu dengan beberapa alasan yang kuat. Asalkan, dengan status jomblo bukan beralibi tidak memiliki pasangan, tapi pacaran.
Jikalau sudah menjomblo, ada beberapa hal yang harus diwaspadai. Karena, beberapa godaan akan menjadi faktor yang membahayakan. Jomblo harus teguh dengan beberapa godaan seperti ini:

Pria/wanita yang PDKT
Banyak seorang wanita dan pria yang berusaha teguh dengan memposisikan secara nyaman dengan status kejombloannya. Tapi pada nyatanya di lapangan, banyak juga wanita dan pria yang tergoda untuk kembali pacaran. Terlebih jika sudah ada rasa pada pandangan pertama. Si pria akan berusaha melakukan PDKT dengan berbagai jurus yang dimiliki. Sedangkan, wanita acap kali tergoda dengan cara-cara pria yang berusaha mendekatinya.

Laki-laki punya beberapa cara untuk menghadapi seorang wanita yang merasa telah dicintainya. Yakni, dengan menanamkan janji manis, dan yang kedua dengan cara mengajaknya ke pelaminan. Nah, yang harus dihindarkan adalah penanaman janji manis. Karena yang manis belum tentu menghalalkan.

Sementara, wanita punya dua tanggapan untuk menghadapi pria yang mendekatinya. Pertama dengan ditanggapi manis. Ia mengalir dengan cara-cara yang telah disampaikan si pria. Kedua, ditanggapi dengan sinis. Sejak awal sudah melakukan penolakan. Nah, perempuan yang kerap menanggapi manis ini biasanya dikategorikan sebagai perempuan yang sudah siap menerima pasangan. Lebih baik minta dihalalkan saja, dari pada digoda hanya untuk ditanam janji manis. Karena kalau hanya sekedar janji manis perempuan bisa berubah menjadi sinis. Hal ini dikarenakan si perempuan masih trauma dengan hubungan di masa lalu. Untuk itu, perempuan diharapkan bisa lebih selektif dengan pendekatan pria yang serius atau hanya sekedar main-main.

Rayuan dari para pria (Terlebih Jika Tampan) dan godaan dari para perempuan (Terlebih Jika Dia Cantik dan Seksi)
Jangan cepat ambil keputusan, kalau hanya sekedar rayuan dan godaan. Tampan dan seksi bukanlah patokan. Tapi memang keduanya kerap tidak bisa dihindarkan. Pria memang pintar dan lihai jika merayu dengan halus dan ditambah beberapa sentuhan berbeda yang bisa membuat si wanita nyaman, dan pada akhirnya hatinya luluh. Apalagi yang merayu adalah seorang pria tampan. Karena yang ada dipikiran wanita itu, kesempatan tidak datang ke dua kali. Makannya, gampang tergoda dengan pria tampan.

Begitu juga dengan pria yang mudah sekali tergoda dengan perempuan cantik dan seksi. Nalurinya mencari istri akan kalah dengan syahwat yang membentang diubun-ubun kepala. Makanya, tak heran jika laki-laki banyak tergoda dan kembali berpacaran. Meski pada akhirnya tak resmi dihalalkan. Laki-laki memang lebih dituntu untuk menjaga imannya agar bisa menahan godaan.

Katanya, mumpung jomblo. Jadi makan yang banyak tidak ada yang melarang. Tapi yang harus dilakukan adalah mengontrol berat badan. Agar jomblonya masih terus berkualitas dengan menjaga bentuk badan dan berat badan tidak naik mengagetkan. Seorang jomblo itu lupa, bahwa ada seseorang yang mencarinya dalam bentuk ideal. Jadi meski makan terus, diharapkan tidak tergoda untuk makan sembarangan yang mempengaruhi faktor badan ya.

Mumpung diskon, belanja tidak terkontrol
Sudah pasti kebanyakan perempuan itu tidak bisa menahan hasrat belanja. Terlebih tertera secara besar tulisan diskon. Tidak hanya yang jomblo, yang sudah punya pasangan pun begitu. Tapi memang kebiasaan seorang jomblo itu lebih besar untuk belanjakan uang yang dimilikinya. Karena kalau yang sudah punya pasangan akan berpikir dua kali, antara anak, dapur, biaya menikah, atau belanja yang sudah tertetera diskon gila-gilaan. Jadi sebenarnya perempuan yang jomblo itu juga bisa lebih boros saat belanja.
Previous
Next Post »