Eksplore Way Kanan, Lampung

salah satu view di Banjit yang memanjakan mata
Hay sahabat jomblotravelers, pada kesempatan kali ini saya akan menginformasikan hasil traveling saya di Kabupaten Way Kanan. Dan sebagai seorang jomblo yang diberi kesempatan untuk ekspolre Way Kanan adalah hal yang menyenangkan.

Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa yang saya ketahui tentang potensi wisata yang dimiliki salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, Indonesia. Di tempat ini, saya percaya Tuhan menciptakan banyak kekayaan disetiap daerah untuk memanjakan mata dalam setiap perjalanan yang melelahkan.

Jadi seperti ini, dalam perjalanan saya di kabupaten yang menjadi salah satu pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara. Dan yang termasuk salah satu kabupaten dari Provinsi Lampung yang terjauh dari pusat pemerintahan provinsi, yakni, Kota Bandar Lampung. Way Kanan itu punya banyak keindahan yang tak bisa di dapat dalam hiruk pikuk kota metropolitan, sekalipun itu Bandar Lampung maupun Jakarta sebagai ibu kota negara.

Dari eksplore saya di Way Kanan saya akhirnya pun tahu yang namanya Kecamatan Banjit. Salah satu kecamatan yang ada di Way Kanan yang dihuni beragam suku, di antaranya, Lampung, Semendo, Ogan, Padang, Sunda, Jawa, Bali, dsb.

Masyarakat yang mendiami daerah pegunungan dengan bertani kopi secara tradisional dan bersentuhan langsung dengan tanah register. Informasinya untuk mencapai banjit, kita hanya butuh waktu 4 jam perjalanan dari Kota Bandar Lampung. Tapi bisa juga seperti saya selambat-lambatnya 6 jam perjalanan.

Eits, tapi kalau mau ke Banjit, mampir dulu lah yay, ke Taman Ryacudu. Taman yang mengangkat nama dan ketokohan Mayjend (Purn) Mussannif Ryacudu yang lahir 28 Februari 1924 di Mesir ILir, Bahuga, Way Kanan, Lampung.

Taman yang juga menjadi icon Way Kanan. Seorang abdi negara yang sepanjang hidupnya mengabdi dan membela negaranya, Indonesia. Yakni, dalam menumpas pemberontakan yang akan memecah belah bangsa.

Taman yang dibangun pada 2008 silam itu juga kini dijadikan sebagai pusat aktifitas kegiatan kemasyarakatan dalam menghilangkan penat dikala sore hari.

Setelah puas mengabadikan moment di taman Ryacudu, saya pun melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Banjit. Kenapa harus Banjit sih? Ini pertanyaan yang menarik. Di Banjit mata begitu dimanjakan. Perjalanan dengan menggunakan mobil khusus offroad lebih menarik. Nggak percaya, coba deh. Kalau ke sini jangan bawa sedan. Gunakan mobil jenis jeff dan sejenis lainnya yang bisa melawan medan yang ekstream.

Eksplore yang memacu adrenaline. Mendengar banyak cerita tentang sejarah dan kisah lampau daerah Banjit yang juga membuat bulu kuduk berdiri. Tapi cerita tinggalah cerita, kini penduduk semakin ramah dengan banyaknya potensi wisata yang terdapat di daerahnya tersebut.

Memangnya ada apa saja kak? Widih, main dong ke Way Kanan, sini ajak kakak ke sini. Jangan takut sendirian. Jadi di Banjit ini ada Air Terjun dan Pemandian Air Panas. Widih asik nggak nih. Untuk pemandian air panas bisa dengan berjalan kaki. Kalau ke air terjun naik ojek offroad. Motor yang sudah diseting untuk naik ke atas gunung, melewati bebatuan dan jalanan berlumpur. Ekstream yang menyenangkan. Serius asik. Coba deh. Memang yang dijual itu wisata offroadnya, air terjun dan air panas itu bonus dari wisata offroadnya.


Jadi begini, saya bantu ceritakan keseruan kenapa Banjit menjadi rekomendasi sebagai lokasi wisata bagi kamu pecinta traveling.  Di sana sebelum kita menuju air terjun kita akan menuju desa Cukuh Batu, untuk menuju Cukuh Batu dari rest area Way Kanan itu ditaksir butuh waktu 45 menit.

Nah, untuk menuju Cukuh Batu ini menyenangkan, kita bisa ambil jalur perkampungan Bali. Di mana jauh mata memandang, hampir merata pura yang megah terbangun disepanjang jalan. Kanan dan kiri jalan menjadi pemandangan.

Tak hanya itu, kita juga akan memasuki kampung tua warga yang bersuku Lampung, Semendo, dan Ogan. Lokasinya di Jukuh Batu tak jauh dari lokasi terakhir kampung menuju air terjun. Di sana rumah adat berupa rumah panggung menjadi ciri khas.

Beruntungnya lagi, perjalanan saya kemarin bisa melihat aktifitas petani memanen dan menjemur padi dengan baground hijaunya pegunungan. Dan pada akhirnya, saya bisa menikmati air terjun putri malu di hutan register dengan jalanan yang hanya bisa dilalui kendaraan offroad. Dan itu menyenangkan. Mau tahu gimana serunya, baca updatetan lainnya juga tentang Way Kanan hanya di www.jomblotravelers.com
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
2 May 2017 at 09:03 ×

Jomblo traveler memang mantab eksplorasi way kanan-nya :D

Congrats bro Yopie Pangkey you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar