Pulau Pasaran, Keindahan Kampung Di Pusat Kota Bandar Lampung

dokumen Yoga Pratama//www.menulisindonesia.com dan www.jomblotravelers.com
Kata Wikipedia Pulau Pasaran adalah sebuah pulau di Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia. Jaraknya 1 km dari pusat kota Bandar Lampung. Di sana terdapat pusat pembuatan ikan asin.
Ya, tepat sekali. Hanya saja saat ini Pulau Pasaran juga masuk di kawasan Kecamatan Teluk Betung Timur (TbT), Kelurahan Kota Karang. Di sana memang menjadi pusat pembuatan ikan asin. Sudah tahu belum jam berapa kita bisa lihat aktifitas pembuatan ikan asinnya.
Saya sarankan untuk kamu yang belum pernah sama sekali ke Pulau Pasaran untuk datang sehabis shalat subuh. Memang ada apa min? Nah, kalau cuaca terang dan kita beruntung, keindahan Tuhan bisa kamu lihat di tempat ini. Bagaimana situasi kampung yang ada di tengah pulau bisa melihat matahari terbit, semilir angin dari laut yang sejuk, dan indahnya gunung-gunung yang menjulang. Bahkan, kita bisa lihat gedung-gedung tinggi perkotaan.
Untuk menuju Pulau Pasaran, kita akan melintasi jembatan kecil yang sederhana, tapi selalu jadi objek foto yang menarik. Sangking banyaknya yang sering foto di tempat ini, pagar jembatan sebagianya sudah roboh. Bisa jadi juga seiring usia jembatan yang sudah tua.
Di jembatan inilah aktifitas melihat matahari terbit yang cahayanya hingga tampak pada air laut memberikan keindahan. Di jembatan ini juga saya sering dan paling suka melihat senja berpulang. Matahari menyingsing dan suasana berubah menjadi malam. Dibalik gunung, dan cahaya kuning dan jingga tampak dari dalam air laut. Sungguh romantis.
Di penghujung jembatan ini juga, saya pernah lakukan pemotretan yang akhirnya hasil potretan saya tersebut saya jadikan sebuah cover novel, yakni HuJanuari “Tuhan tidak merestui mereka di masa lalu. Tetapi, Tuhan akan merestui dia di masa depan,” sudah punya belum, kalau belum jangan lupa di beli, info tentang buku bisa kirim pesan he he.
Terlepas dari promosi saya tentang buku. Di Pulau Pasaran ini juga kerap dijadikan aktifitas memancing. Banyak sekali ikannya. Di sini juga kalau pagi dan sore hari, lebih tepatnya ketika air laut surut, ada warga yang mencari ikan sambil berjalan mengitari jembatan. Ada juga yang pakai perahu kecil sekedar mencari cumi.
Kalau matahari sudah berdiri, dan sudah kita saksikan, jangan lekas pergi dari tempat ini. Kapal-kapal bersandar dengan rapih pun menambah keindahan pagi. Senyum masyarakat semakin semarak. Lalu, pada pukul 08.00 aktifitas ikan teri dan ikan asin sudah mulai terlihat. Jam 09.00 ikan ikan dijemur. Para pekerja juga sudah mulai berdatangan. Aktifitas sampai dengan siang. Pada pukul 13.00 atau lewat sedikit aktifitas berlanjut dengan pemilihan ikan-ikan yang telah kering. Nah, aktifitas ini akan terlihat sampai pada pukul 15.30an. Ikan asinya juga bisa dibeli kok. Murah lagi.
Kerukunan para nelayan dan pekerja juga menjadi daya tarik fotografi di tempat ini. Ibu-ibu sudah tak lagi asing dengan kamera. Pulau Pasaran memang menjadi objek buruan para penikmat suasana kampung di tengah pulau.
Nah, di sore hari kita bisa lihat dan saksikan bagaimana romantisnya senja berpulang. Sungguh kampung yang menghadirkan banyak inspirasi saya selama ini. Semoga Pulau Pasaran terus bereksistensi dan pemerintah kota membenahinya agar terus dikenal hingga mancanegara. Karena permasalahan yang saat ini dihadapi adalah, soal sampah. Selebihnya indah.
 


Previous
Next Post »