Pantai Batu Payung, Perawan Berlegenda di Ujung Pesawaran

Ngilmu di pulau-pulau yang tak jauh dari Pantai Batu Payung

Hay Jomblo Travelers, nih mimin punya rujukan bagus dan seru untuk kalian yang ingin liburan. Pastinya kalian bosen kan  hanya ke satu tempat, dan tempatnya ya itu-itu saja, terlebih kalian yang sudah ngehits banget dalam berwisata pasti bosen ke tempat-tempat yang sudah dikenal banyak orang.
Nah kali ini WWW.JOMBLOTRAVELERS.COM akan mengajak kalian semua melihat indahnya pantai yang punya cerita legenda di Pesawaran. Terpatnya di Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pedada, Pesawaran, Lampung.


Ini perjalanan yang seru dan wajib kamu kunjungi. Kebetulan tempat ini sudah pernah diliput sama tim AnTV Lampung loh. Nah, sudah tayang juga. Sekarang saja sebagian pantai yang ada di lokasi ini sudah tayang, makanya pantengin AnTV Lampung jam 01.00 dini hari.
foto di salah satu villa yang tak jauh dari Pantai Batu Payung
Batu Payung, lokasinya kurang lebih 4 jam perjalanan dari Bandar Lampung dengan menggunakan roda empat alias mobil. Akses jalur wisata bagus, tapi itu hanya terjadi di akses wisata yang sudah punya nama ya. Nah, kalau sudah ke Desa Pagar Jaya ini, jalannya ekstream, masih bebatuan, dan sempit. Jadi jangan bawa mobil bus ke sini, di jamin nggak bisa masuk.
Tapi serunya di sini memang ada villa yang bisa disewakan oleh masyarakat setempat untuk masyarakat luar Pesawaran berlibur loh, dan nantinya akan ada banyak petunjuk tentang banyaknya potensi keindahan wisata di Desa Pagar Jaya. Salah satunya adalah Pantai Batu Payung yang punya legenda.
Legenda Pantai Batu Payung ini sendiri sebenarnya cerita rakyat setempat turun temurun loh sahabat Menulis Indonesia. Kenapa menjadi cerita rakyat? Konon katanya hingga pantai ini disebut batu payung, karena ada sebuah batu di pinggiran pantai yang berbentuk payung terbalik. Dan kini batu tersebut masih mirip, meskipun tidak seperti dulu lagi. Itu karena ombak terkadang sangat keras menampar batu, hingga mau tak mau batu pun terkikis. Tapi lokasi ini sepi dan masih alami.
Selain itu ada batu yang menyerupai tempat pertapaan loh. Nah, saya sempat mencoba berbagai gaya di tempat ini. Bebatuan yang indah, dicampur dengan sunyinya pantai, suara deburan ombak yang merdu, dan lembutnya pasir semakin mengindahkan pekerjaan saya yang berasa liburan di tempat ini.

Nah, masih soal legenda batu besar yang menyerupai payung ini juga konon tempatnya para raja bersandar. Ah, tapi itu kan cerita, untuk keaslian cerita ini pun saya belum memprolehnya.
Tapi yang jelas pantai batu payung ini baru terekspose loh, nah kebayangkan bagaimana asri dan perawannya pantai ini. Pas saya ke sini juga ada para model photografi loh, lagi mengabadikan model berlatar batu payung.

Yuks buktikan sendiri, dengan datang ke tempat ini. Kamu cukup datang ke balai desa Pagar Jaya, Punduh Pedada, pamong setempat siap menjadi petunjuk jalan kok, warganya juga ramah-ramah, saya saja sampai dibekalkan makanan laut, ikan menjadi menu santapan saya di sana selama 2 hari dua malam. Selamat mengunjungi pantai batu payung.


Previous
Next Post »