Jomblo: Boleh Baper, Asal Proporsional




Jomblo itu istilah sesat yang plin plan. Karena menjadi seorang jomblo itu dilihat orang bisa menjadi menyeramkan, dan kalau di rasain sendiri bisa menjadi hal yang menyenangkan. Meski, banyak miris karena nasib jomblonya tragis.

Nah, dalam hal ini saya akan mengusik seorang jomblo agar bapernya proporsional. Boleh dong jadi manusia baper kalau ingat masa lalu, atau masa depannya yang nggak nyangkut juga dipelaminan.

Oke. Yang perlu diingat adalah jangan takut menjadi seorang jomblo. Jomblo itu bukan berarti kita nggak laku. PAHAM kan, jomblo itu bukan berarti kita nggak laku dan ketinggalan zaman karena nggak pacaran. Mungkin, Tuhan belum berani menurunkan seseorang yang akan menjadi pasangan yang pasti dalam menjalani sebuah kehidupan.

Gue punya cerita: jadi begini. Kejadiannya selintas. Di tengah keramaian. Anak-anak abg ngumpul. Kelakaran sampai buat kuping gue penging. Tapi ada satu hal yang gue garis bawahi adalah lelucon tentang JOMBLO. Serius, ini menceritakan kehinaan temannya yang jomblo saat itu.

Gue perhatiin ini cowok yang dihina bawaanya mobil. Gigi di pagerin apa dikawatin gitu, kayanya takut di demo. Handphonenya canggih. Bawa kamera juga, tapi dia diledek seorang jomblo akut.

Padahal kalau gue terka ini orang pasti bukan tipe orang yang kurang pergaulan. Insting gue benar. Ini orang pernah gagal jatuh cinta. Gagal itu banyak makna, nah lo orang terjemahin aja, yang gue maksud gagal ini apa saja. Karena ketika cinta berubah menjadi nafsu karena bagian tubuh itu juga termasuk gagal ya guys, itu sepemahaman gue.

Gue jadi ingat, kata penulis cerita anak, Mbk Fitri, dia sering banget ngucapin kalimat Baper Proporsional. Mungkin ini yang gue bisa sebut untuk orang yang gue temuin ini, “boleh baper, asal proporsional”  

Jadi, jawaban anak itu yang jujur gue nggak pernah kenal namanya siapa, kata dia, kalau jomblo itu jalan meraih mimpi, bukan kesepian, tapi hidup dalam kedamaian. Jomblo baginya adalah kehidupan yang berada di jalur koridor bebas. Tidak tertekan, tidak menekan, dan tidak ditekan-tekan. Nah, dia jadikan kejombloannya untuk menemukan cinta sejati. Tanpa lebih dulu menitipkan noda, dan menciptakan noda.

“Masuk Akal,” kata gue. Entah dari mana itu kosakata muncul dari mulutnya. Yang jelas, sepenggal bisa gue jadikan catatan.

Sampai akhirnya, gue jadi ingat kenangan sama mantan gue. Dan pada akhirnya, gue buat kenangan itu menjadi hal yang kreatif, sudah lihat video di atas kan. Nah, itu sedikitnya kenangan yang sempat gue olah menjadi sebuah tontonan kebaperan dalam kenangan. Boleh kok baper asal proposional. Apa sih proposional, ya sebanding lah, seimbang dengan kemampuan. Jadi bapernya nggak buat gila dan rugi.


Jadi, jangan takut disebut sebagai seseorang yang baper. Baper itu perlu loh. Kita bukan batu. Dan tidak hidup di zaman batu. Mari mengingat kenangan selagi menyandang status jomblo.
Oldest