Hukum Mengingat Mantan


Saya meyakini, ingatan kepada mantan itu sangat kuat datang kepada seseorang. Tak bisa dihindari.  Lalu, apa hukumnya mengingat mantan?
Di sini saya coba memberikan pemahaman yang saya ketahui dan dari atas apa yang telah saya baca, tentang mengingat mantan.
Berbicara tentang ingat kepada mantan, sama halnya tentang godaan berharap kita bisa bertemu kembali ataupun mengulangi kisah yang pernah bersemi bersama mantan kita. Ketika kita tergoda, dan membiarkan ada pembisik semakin mengusik untuk kita ingat dengan mantan, artinya setan dalam hal ini sebagai pembisik adalah pemenangnya. Terlebih, jika yang ingat dengan mantan ini sudah bersuami ataupun sudah beristri.
Al-Qur’an mengingatkan, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila ditimpa dorongan melakukan keburukan dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka sadar.” (QS. Al- A’raf [7]: 201).
Untuk itu, seseorang diharapkan mampu mengendalikan dorongan hati agar tidak menurutkan ingatan-ingatan yang membuat keburukan pada dirinya ataupun pada keutuhan keluarganya.
Yang perlu digarisbawahi adalah mengingat mantan pacar itu bukan berarti akan menjadi petunjuk Allah kalau mantan itu seseorang yang akan menjadi jodoh. Karena Allah tidak mungkin memberi petunjuk ke hal yang buruk.
Maka, mengingat mantan jangan sampai membuat seseorang larut dan lupa apa yang telah menjadi garis utamanya seseorang itu untuk hidup.


Previous
Next Post »